You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pemkot Jakpus Sesalkan Penyalahan Gunaan Fungsi Lahan di Pasar Jaya Karang Anyar
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Lahan di Pasar Karang Anyar Harus Direfungsi

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat, meminta agar lahan yang berada di depan Pasar Karang Anyar dikembalikan fungsinya. Lahan yang seharusnya sebagai lahan parkir, kini menjadi kios-kios pedagang.

Seharusnya lahannya dikembalikan fungsinya menjadi sarana parkir. Kita mendesak agar secepatnya dikembalikan lagi fungsinya, kalau tidak kendaraan terpaksa parkir di jalan raya dan membuat kawasan macet

"Seharusnya lahannya dikembalikan fungsinya menjadi sarana parkir. Kita mendesak agar secepatnya dikembalikan lagi fungsinya, kalau tidak kendaraan terpaksa parkir di jalan raya dan membuat kawasan macet," ujar Arifin, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

Dari pantauan Beritajakarta.com, saat ini di lahan tersebut telah berdiri kios-kios pedagang. Ada sekitar 150 kios, dengan luas sekitar antara 2-6 meter persegi. Dengan adanya kios, parkir kendaraan pengunjung pasar pun semakin berkurang. Bahkan ada yang sudah memarkir kendaraannya di luar dari area pasar.

Bangunan di Bantaran Anak Kali Ciliwung Dibongkar

"Kalau banyak kios di parkiran, kios yang resmi di dalam gedung pasti akan kosong," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1699 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1341 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1255 personAnita Karyati
  4. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1103 personTiyo Surya Sakti
  5. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1096 personAldi Geri Lumban Tobing